Siapa Dia?
Oleh: Lina Sayyidah (12001032)
Tentangnya...
DIA IBUKU
“Tidak memandang orang memandang sebelah mata kepadamu, tidak banyak yang melihat tangismu di malam yang kelam, tidak seorangpun bertanya apa yang engkau pinta dalam sujud panjangmu. Di senyummu ada arti sebuah kesabaran, di tatapan matamu ada doa yang menyejukkan hati kami, dari belaian kasih sayangmu ada doa untuk kebahagiaan kami. Dan di bawah telapak kakimu surga bersemayam. Engkaulah pahlawan ku, ibu.
Ibu?? Tahukah kalian siapa dia? Ibu adalah sosok malaikat pahlawan di bumi ini yang akan senantiasa menjaga dan menyayangikita. Ia berjuang untuk kita sampai kita beranjak dewasa seperti ini. Mungkin tanpa pengorbanan seorang ibu kalian tak akan bertahan sampai sekarang. Dulu dirinya membawa kalian kemana-mana, belai setiap belai selalu tidak lupa ia menyayangimu “nak.. jadilah anak yang berbakti dan patuh sama Ayah, Ibu, dan siapapun saja. Jadilah anak yang sholeh sholehhah sayang…” pinta sang ibu saat kita masih di kandungan. Ketika kandungannya semakin tua ia mati-matian berjuang dan terus berjuang. Setelah tiba pada waktunya dimana sosok yang mungkil tanpa dosa telah terlahir dengan selamat. Ibu pun berdoa “semoga allah selalu melindungimu anakkku.. semoga engkau tumbuh besar dan menjadi anak yang bermanfaat, rajin dalam hal apapun,” Ketika kalian masih kecil, siapa yang menemani tidurmu? Siapa yang memandikanmu? Siapa yang mengajarkanmu berjalan, makan, bicara, dan Siapa yang mengurusmu waktu itu? Ibu.. dia selalu setia untuk membimbing dan mengarahkanmu. Ya.. tak hentinya dia selalu saja berjung dan berkorban demi anaknya. Senakal apapun kalian ia tetap bersabar dan selalu mengucapkan “nak, jangan nakal!”. Kemudian, saat kalian beranjak dewasa, lupakah kalian pengorbanan nya? Tak ingat kah kalian semua perjungan nya yang ia berikan pada kalian? Jasa kalian membalas kebaikan ibu tak sepanjang ibu membesarkan kalian, entah hari ini, besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau kapanpun ia bisa saja pulang ke atas. Sia jika ibu tak segera kalian balas jasanya, sekarang sering kallian bentak ia, tak sadarkah kalian ia lah yang melindungi kalian saat Ayah memarahimu? Bahagiakan ibu kalian, buat ia tersenyum bahagia dan bangga denganmu. Kelak ibu juga yang akan mendoakanmu, surga memang benar di bawah telapak kaki ibu.
Ibuku...
Yaa... Ibu adalah orang yang mengandung ku selama sembilan bulan dan ibu juga yang melahirkan ku ke dunia ini. Ibuku merupakan sosok wanita yang sangat berjasa dalam hidupku. Tidak hanya melahirkanku, Ibu juga yang telah mendidikku, membesarkanku, dan penuh dengan perjuangan dibalik kehidupan anak-anaknya. Jasa-jasa seorang Ibu sungguh tak terhingga. Perjuanganya, kegigihanya, bahkan nyawapun menjadi taruhanya. Betapa besar kasih sayang yang telah diberikan kepada ku. Belaian tangan yang halus senantiasa memberi cinta di setiap detik. Tutur kata yang lembut senantiasa menjadi pedoman untuk masa depan ku. Ketulusan hati dan kesabaranya senantiasa menjadi teladan dalam hidup. Semua yang ada dalam dirinya memberikan makna yang sangat berharga bagi diri ku. Pengorbanan seorang Ibu tak akan bisa ditebus oleh apapun itu. Aku merasa hanya Ibu lah orang yang paling mencintai ku di dunia ini. Karena Pengorbanannya untuk ku sungguhlah luar biasa. Bahkan sebesar apapun pengorbanan yang ku lakukan untuk beliau, itu tidak ada bandingannya dengan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya.
Ibuku bernaman Jamnah, ibuku orang yang sangat sederhana, kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga, dan terkadang ia ikut membantu bapak dalam mengurus pekerjaan di kebun. Ibu orang yang sangat kuat, ia bisa membagi waktu dalam mengurus keluarga, anak maupun suami. Ia memiliki banyak pekerjaan, Namun ia tidak pernah mengeluh dan lelah dalam mengurus pekerjaannya setiap hari. Sebagai ibu rumah tangga, kehidupan ibu sangat sibuk, mengurus semua kebutuhan keluarga, bahkan ibu harus bangun lebih awal untuk berkerja mencari uang.
Ibuku sudah tidak muda lagi, ia lahir pada tanggal 10 Mei 1960, wajahnya berbeda dariku, wajahku mirip dengan bapakku. Tetapi ibuku tatap cantik. Ia memiliki wajah yang bulat, hidungnya yang pesek, serta matanya yang bulat, rambut yang hitam bergelombng dan warna kulitnya seperti buah sawo matang. Beliau mempunyai sifat yang dapat membuat saya kagum dan bangga akan dirinya dan membuat saya ingin menjadi sepertinya.. Di umur ibuku yang sudah tua ini, ia tetap bersemangat dan tak pantang menyerah dalam melakukan rutinitas setiap hari dengan mengurus keluarga dengan sangat baik. Ibuku adalah seorang wanita yang tangguh, pantang menyerah, dan juga penyabar. Beliau berasal dari keluarga yang pas-pasan. Beliau selalu mengalah tentang semua hal dengan adik-adiknya . Wlaaupun beliau tidak sekolah tapi bagiku dia lah sosok ibu yang Mulia. Karena Ibuku lah yang membantu orang tuanya untuk membiayai adik-adiknya bersekolah, dan ia rela tidak sekolah demi adiknya sendiri. Cara berfikir, bertindak, dan bersikap sangat membuatku kagum. Di mulai dari sejak kecil, beliau sudah rajin bekerja membantu orang tuanya dan hal demikian membuatku terinspirasi dalam menghadapi segala apapun yang ada didepanku.
Ibulah tempat ku bersandar di saat ku lagi terpuruk dalam menjalani hidup ini. Tapi terkadang di saat ku mendapat kebahagiaan, ku lupa berbagi dengan ibu. Padahal dari sebuah do'a ibu lah ku diberi anugrah kebahagiaan tersebut oleh Tuhan. Aku selalu mencurahkan seluruh apa yang aku rasakan dan aku alami dalam hidup ku. Aku merasa lega setiap habis sharing dengannya. Ibuku adalah seorang wanita yang sangat berharga buat ku. Aku sangat menghargai dan menyayangi ibu lebih dari apa pun itu. Ibuku juga yang menjadi tempatku mencurahkan segala isi hati. Ibu adalah pendengar yang baik. Selalu setia mendengarkan segala keluhan, kegembiraan, dan kesedihan anak-anaknya. Kadang jika aku bercerita tentang orang-orang yang jahat kepadaku, ibu selalu menanggapinya dengan lembut. Katanya, biarkan orang lain membenci pasti ada saja orang yang tidak menyukai kita, tapi kita tidak boleh membalas dengan kebencian lagi. Sungguh mulia hatimu, Bu.
Aku yakin, seorang ibu di mana pun berada pasti tidak ada yang jahat dan tega meninggalkan anaknya. Sekalipun anaknya berbuat kejahatan atau dan berbohong, ibu tidak akan meninggalkan anaknya sendirian. Percayalah, ibu adalah orang yang sangat tulus menyayangi anaknya. Ibu juga yang akan menjadi tempat pertama mendengarkan keluh kesah anak-anaknya. Entah terbuat dari apa hati seorang ibu. Sudah mau menjadi ibu rumah tangga, bekerja, dan menjadi panutan yang baik. Ibu memang malaikat tanpa sayap. Sosok yang sangat berarti bagiku. Mengajarkanku begitu banyak hal tentang arti hidup. Mungkin terkadang ibuku pernah atau bahkan sering memarahi ku, namun itu karena beliau sayang dengan ku dan ingin aku menjadi orang yang lebih baik lagi. Nasihat dan teguran dari ibu ku sangat berarti buat ku dan sebagai inspiratif untuk melangkah ke depan. ibuku adaah sesosok wanita yang sangat mengagumkan buat ku.
Ibuku mengajariku untuk melakukan apa yang harus anaknya lakukan. Ibuku mengajariku untuk memasak karena perempuan itu harus bisa memasak. Ibuku tidak suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli yang tidak dibutuhkan, ibuku selalu mengajari aku untuk berhemat. Aku belajar banyak hal dari ibuku, dia wanita yang sangat tangguh, wanita yang sangat aku cintai, wanita yang sangat berarti dalam hidupku, tanpanya aku tidak akan pernah ada didunia dan tanpanya pula aku tidak akan pernah menjadi seperti ini. Aku bangga mempunyai ibu sepertinya.Ibu yang selalu aku banggakan, ibu yang selalu bisa membuat anak-anaknya bahagia, dan demi kebahagiaan anak-anaknya bapak dan ibu harus bekerja keras setiap hari. Ibuku tidak pernah bermalas-malasan karena ibuku tahu bahwa kesuksesan akan tercapai jika kita rajin berusaha dan berdo’a, itu yang ibu ajarkan kepadaku. Ibu akan melakukan apapun agar bisa melihat anaknya meraih keberhasilan dan kesuksesan. Bahkan dengan taruhan nyawanya sekalipun. Karena keinginan dan harapan seorang ibu adalah melihat anaknya bisa jadi orang yang berhasil dan sukses tanpa mengharapkan imbalan apapun dari anaknya.Tidak hanya menasihati untuk bisa menjadi seorang sukses. Seorang ibulah yang menjadi panutan bagi anak-anaknya. Mengajarkan segala hal untuk selalu berbuat baik. Pada siapa pun, kapan pun, harus selalu berbuat baik. Kata ibu sekecil atau sedikit apa pun rezeki yang ku punya, berbagilah. Karena dari rezeki yang ku miliki ada sebagian rezeki orang lain juga.
Terima kasih atas segala jasamu, Bu. Kau adalah segalanya. Aku bangga memiliki ibu sepertimu.. Aku Akan membuat ibu bangga dan bahagia melihat ku sukses dan berhasil kelak.
Mother is our inspiration and our life...
Aku ucapakan terima kasih banyak untuk dirimu yang telah membaca blog ini. Satu pesan ku untuk mu, tetaplah sayangi orang tuamu sebagaimana dia menyayangimu.
Assalamu'alaikum warahhmatullahi ta'alaa wabarakaatuh.

Komentar
Posting Komentar